Proses terjadinya Gempa Bumi – Gempa bumi atau dalam bahasa inggrisnya ‘earthquake’ merupakan salah satu bencana alam yang paling sering terjadi di indonesia dimana hampir setiap pulau pasti mengalaminya dan yang paling terbaru ialah terjadi di lombok sdengan skala cukup besar.

Nah disini saya akan sedikit membahas mengenai ;

  1. Apa yang dimaksud dengan gempa bumi ?
  2. Bagaimana proses terjadinya gempa bumi ?
  3. Dampak positif dan negatif dari gempa bumi
  4. Dan juga kenapa di indonesia sering terjadi gempa bumi
  5. proses terjadinya tsunami

Oke tanpa banyak basa basi gak penting lagi mari kita menuju ke topik pertama yaitu mengenai,

Proses Terjadinya Gempa Bumi

1. Definisi Gempa Bumi

Gempa bumi ialah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh pergerakan kerak/lempeng bumi, kata gempa bumi juga kemungkinan berasal dari daerah atau planet dimana ia terjadi . . Ya kalau di planet mars mungkin jadi gempa mars, hehe.

Dan berikut ialah beberapa klasifikasi gempa bumi atau earthquake ini.

A. Menurut proses terjadinya

A.1 Gempa tektonik (gempa dislokasi)

Gempa tektonik adalah gempa bumi yang disebabkan oleh tumbukan lempeng-lempeng di lithosfer / kulit bumi oleh tenaga tektonik, yaitu perpindahan pergerakan lapisan bumi (dislokasi) yang tiba-tiba terjadi dalam struktur lapisan batuan bumi karena adanya tarikan dan tekanan. (gempa tektonik merupakan gempa yang paling berbahaya).

2. Gempa vulkanik

Gempa vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung api atau peristiwa vulkanisme. Gempa bumi ini dapat terjadi sebelum, selama, dan sesudah letusan gunung berapi. Gempa ini hanya dapat dirasakan oleh penduduk di sekitar gunung meletus saja.

3. Gempa runtuhan / terban

Gempa runtuhan atau terban adalah gempa bumi yang terjadi pada gua-gua dan terowongan-terowongan yang dikarenakan beratnta dinding atau adanya getaran tenaga endogen yang menyebabkan runtuhnya dinding gua atau dinding terowongan. Atau bisa juga terjadi karena runtuhnya atap lithosfer, karena bagian dalamnya berongga. Misalnya gempa yang banyak terjadi didaerah pegungungan kapur dan didaerah pertambangan.

READ  Artikel Narkoba singkat dikalangan pelajar dan artis lengkap

B. Macam gempa berdasarkan bentuk episentrumnya (episentral)

1. Gempa bumi sentral, yaitu gempa yang episentrumnya berbentuk titik.
2. Gempa bumi linear, yaitu gempa bumi yang episentrumnya berbentuk garis.

C. Macam-macam gempa berdasarkan kedalaman hiposentrumnya (jarak pusat gempa)

1. Gempa bumi dalam, yaitu gempa yang kedalaman hiposenternya atau hiposentrumnya berada diantara 300 km – 700 km dibawah permukaan bumi.

2. Gempa bumi menengah, yaitu gempa yang kedalaman hiposenternya berada diantara 70 km – 300 km dibawah permukaan bumi.

3. Gempa bumi dangkal, yaitu gempa yang kedalaman hiposenternya kurang dari 70 km dibawah permukaan bumi.

D. Macam-macam gempa menurut jarak episentralnya (episentrum)

1. Gempa setempat (lokal). Terjadi jika jarak dari tempat gempa terasa sampai ke episentralnya kurang dari 10.000 km atau bila dari episentralnya sampai ketempat gempa berjararak kurang dari 10.000 km.

2. Gempa bumi jauh. Bila dari episentralnya sampai ketempat gempa berjarak sekitar 10.000 km.

3. Gempa bumi sangat jauh. Bila dari episentralnya sampai ketempat gempa berjarak lebih dari 10.000 km.

Sumber : azanulahya.blogspot.com

Nah setelah mengetahui definisi beserta jenis jenis gempa bumi mari selanjutnya kita beralih ke pembahasan kedua yaitu.

2. Proses Terjadinya gempa Bumi

Gempa bumi terjadi apabila batuan yang berada di bagian kerak mendapat tekanan yang sangat hebat dari pergerakan lempeng yang menjadi landasan benua, akna tetapi sebagian besar gempa bhmi terjadi ketika dua lempengan jerak bumi saling bergeswkan atau bertemu. Beginilah kira kira gambar proses terjadinya gempa bumi tersebut

Gambar proses terjadinya tsunami

Gambar proses terjadinya tsunami

Apabila lempeng samudera bertumbukan dengan lempeng benua maka pada area tumbukan tersebut akan bergerak kebawah dan gerakan kedua lempeng tersebut akan mengalami perlambatan dimana hal tersebut akan mengakibaatkan akumulasi atau oenambahan energi pada area tumbukan.

Dan pada daerah tabrakan tersebut akan mengalami hal hal berlebihan yang berupa tarikan, geseran dan juga tekanan dan pada akhirnyaa ketika elastisitas lempeng sudah terlampaui atau melebihi batas maka terjadilah patahan bbatuan yang secara tidak langsung juga mengakibatkan gerakan partikel energi kesegala arah yang juga disebut sebagai gelombang gempa bumi(seismic waves) .

Dan disekitar daerah tersebutlah gempa bumi terjadi, oleh karena itu biasanya ketika kalian mendwngar berita mengenai gempa bumi pasti pusatnya berada di dasar laut dengan kedalaman sekian . .

3. Dampak Positif dan negatif dari gempa bumi

Dengan kejadian seperti itu tentu saja gempa bumi ini memiliki dampak atau efek setelah ia terjadi, bukan hanya negatif saja akan tetapi bahwa gempa bumi ini juga memiliki beberapa dampak positif lhoo, mau tahu apa saja ? Simak dibawah;

A. Dampak positif gempa bumi

  • Menciptakan alat-alat tekhnologi pendeteksi gempa
  • Menjadikan kita peduli pada sesama
  • Meningkatkan kewaspadaan manusia
  • Menjadi tempat pariwisata
  • Menjadi sumber berita
  • Mengurangi kepadatan penduduk

B. Dampak negatif gempa bumi

  • Membuat banyak orang meninggal
  • Merusak fasilitas umum
  • Wilayah menjadi rusak
  • Banyaknya pengangguran karena kantornya hancur
  • Berkurangnya sumber daya alam dan sumber daya manusia
  • Jaringan transportasi dah komunikasi terganggu

Sumber : kelompok2plh.blogspot.com

4. Kenapa di indonesia sering terjadi Gempa Bumi ?

sebenarnya adsa banyak sekali alasan untuk pertanyaan ini, dan oleh karena itu saya akan mengutipkan sedikit artikel dari yang sudah berpengalaman mengenainya agar kalian tidak salah , , ,oke berikut

Kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat sering mengalami Gempa Bumi. Baik itu Gempa Bumi Vulkanik, Tektonik, dan Reruntuhan.

Beberapa Alasan mengapa di Indonesia sering terjadi gempa bumi, antara lain :
Indonesia menjadi titik pertemuan 3 lempeng utama Dunia, yaitu Indoasutralia, Pasifik, dan Eurasia, sehingga sering terjadi gesekan lempengan bumi.
Indonesia termasuk dalam Ring of Fire, yang menjadikan Indonesia sering mengalami Gempa Bumi Vulkanik akibat letusan gunung berapi.
Adanya isu bahwa Indonesia diserang HAARP (High Frequency Active Auroral Research Program), yaitu alat pemusnah masal yang mampu menciptakan gejala-gejala Alam.

Simak lebih lanjut di Brainly.co.id – https://brainly.co.id/tugas/32474

5. Proses terjadinya tsunami

sunami, sebuah kata yang tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Bagaimana bisa terdengar asing jika rakyat Indonesia sendiri telah megalaminya. Bencana alam terbesar sepanjang sejarah dengan korban yang sangat banyak mencapai ribuan orang dari berbagai negara. Jadi bukan hanya Indonesia saja, namun juga penduduk- penduduk yang berada di sekitar negara Indonesia. Tepatnya di Aceh, bencana alam itu terjadi. Meski sudah sangat lam, yakni pada tahun 2004, namun peristiwanya sangat diingat. Peristiwa yang telah menewaskan ribuan nyawa sempat menjadi berita utama selama berbulan- bulan lamanya. Sebuah gelombang besar menyapu daratan (baca: ekosistem darat) sebelah utara pulau Sumatera beserta daratan- daratan yang berada di sekitar pulau tersebut seperti tanpa ampun. Tsunami akbar yang terjadi ini kedatangannya didahului dengan gempa bumi dengan kekuatan yang sangat besar. Gempa bumi yang terjadi hingga mencapai angka 9 skala richter. Angka ini ditunjukkan oleh alat pengukur gempa bumi yang disebut dengan seismograf. Dengan kekuatan gempa yang begitu dasyat maka timbullah gelombang besar yang disebut dengan tsunami.

Kata tsunami sendiri terdiri atas dua suku kata yakni “tsu” yang berarti pelabuhan dan “nami” yang berarti gelombang. Apabila diartikan secara harfiah, maka tsunami berarti ombak besar di pelabuhan. Tsunami pada umumya adalah sebutan bagi perpindahan badan air yang disebabkan oleh permukaan air laut secara vertikan dan terjadi dengan tiba- tiba. perubahan permukaan air laut (baca: ekosistem air laut) ini dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Beberapa penyebab berubahnya permukaan air laut ini karena adanya gempa yang berpusat di bawah laut, ada longsor di bawah laut, ada letusan gunung berapi di bawah laut (baca: bahaya gunung api bawah laut), meteor yang jatuh ke laut, dan lain sebagainya.

Gelombang dan Proses Terjadinya Tsunami

Kita telah mengetahui pengertian secara umum dari tsunami, sekarang perlu bagi kita untuk mengetahu lebih dalam mengenai fakta- fakta dari gelombang tsunami. Bencana alam tsunami merupakan bencana yang kekuatan utamanya terdapat pada gelombang itu sendiri. perlu diketahui bahwa gelombang tsunami ini mempunyai sifat yang berbahaya. mengapa demikian? Karena gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah, kemudian kekuatan yang dikandung dalam gelombang tsunami ini sifatnya tetap yakni sesuai dengan ketinggian serta kelajuannya. Kondisi di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan hingga 500 – 1000 km per jamnya, kecepatan demikian ini sama dengan kecepatan pesawat terbang. Dengan kecepatan yang seperti itu, gelombang laut dalam yang terbentuk tingginya hanya sekitar 1 meter saja sehingga lajunya gelombang yang halus ini tidak akan dirasakan oleh kapal- kapal orang yang berada di tengah lautan. Namun ketika mendekati pantai atau daratan, kondisi ini berbalik 180 derajat. Laju kecepatan gelombang tsunami akan jauh lebih melemah, yakni sekitar 30 km saja per jam. Namun siapa sangka dengan kecepatan yang melambat justru gelombang yang terbentuk sudah mencapai puluhan meter dan siap menerjang apa saja. bahkan hantaman dari gelombang ini bisa mencapai puluhan kilometer masuk ke bibir pantai (baca: ekosistem pantai) dan menyapu apa saja yang diterjangnya. Proses terjadinya tsunami secara lebih jelas yaitu:

  • Adanya gerakan vertikal pada lempeng yang berupa patahan
  • Patahan menyebabkan dasar laut naik yag dinamakan gempa bumi
  • Keseimbangan air terganggu
  • Munculnya gelombang tsunami yang bergerak menuju pantai

Tanda- tanda Terjadinya Tsunami

Biasanya terjadinya bencana alam diakibatkan oleh adanya sesuatu. Sesuatu yang tidak baik atau berlebihan akan mendatangkan dampak yang tidak baik. Kedatangan suatu bencana alam terkadang dapat diprediksi kedatangannya. Misalnya banjir (baca: jenis banjir) dapat diprediksi kedatangannya setelah dilanda hujan deras dalam waktu yang lama, gunung meletus (baca: penyebab gunung meletus) dapat diprediksi kedatangannya setelah kita melihat beberapa erupsi kecil yang terjadi lebih dahulu, demikian halnya dengan tsunami. Tsunami juga dapat kita prediksi kedatangannya setelah kita melihat beberapa tanda tertentu. Beberapa tanda yang menunjukkan ciri- ciri terjadinya tsunami antara lain sebagai berikut:

  1. Terjadinya getaran yang berasal dari dalam laut dalam kekuatan yang cukup besar

Salah satu tanda yang juga merupakan penyebab terjadinya bencana tsunami adalah adanya getaran dalam kekuatan yang cukup besar, dimana pusatnya ada di dalam bumi (baca: inti bumi). Getaran yang kekuatannya besar ini bisa berbentuk gemba bumi bawah laut, gunung meletus di bawah laut, ataupun longsor yang terjadi di bawah laut. Sebab adanya getaran yang luar biasa inilah yang menjadikan gelombang tsunami terjadi karena adany goncangan yang kuat dan mempengaruhi dasar laut sehingga menumpahkannya ke daratan sebagai gelombang besar tsunami.

  1. Air laut surut mendadak

Setelah terjadi getaran yang besar, selanjutnya kita akan melihat air laut yang tiba- tiba surut. Ini merupakan pertanda yag sangat jelas ketika akan terjadi tsunami. Air permukaan laut terlihat surut karena air laut akan tersedot oleh keadaan di dalam laut itu sendiri akibat getaran yang kuat tadi.

  1. Binatang- binatang berbondong- bondong menjauhi daerah pantai

Tanda yang selanjutnya akan terjadinya bencana tsunami adalah apabila kita melihat banyak binatag berbondong- bondong menjauhi daerah pantai (baca: manfaat pantai), baik itu burung maupun binatang darat lainnya. Hal ini karena sensor binatang lebih kuat daripada manusia maka dari itulah binatang lebih dahulu mengetahui akan terjadinya tsunami, dan mereka mencoba menyelamatkan diri agar tidak terkena gelombang tsunami yang bisa mengancam keselamatan mereka.

Itulah beberapa tanda yang dapat kita rasakan atau kita lihat ketika tsunami akan datang. Apabila kita melihat tanda- tanda tersebut sebaiknya kita langsung melakukan upaya penyelamatan tanpa pikir panjang.

Dampak Terjadinya Tsunami

Semua bentuk bencana alam tidak pernah disukai kedatangannya, hal ini karena bencana alam pastilah menimbulkan banyak kerusakan hingga kematian. Seperti halnya gelombang tsunami. Tsunami merupakan jenis bencana alam yang datangnya sangat jarang. Apabila tidak didahului goncangan yang melanda bawah laut secara dahngsyat, tsunami tidak akan terjadi. Dan dampak dari tsunami ini tergantung pada besar kecilnya gelombang tsunami yang datang. Kerusakan yang dihasilkan dari gelombang tsunami ini tergantung pada kekuatan air yang menyapu daratan. selain kekuatan dari air, juga diakibatkan oleh hantaman material- material yang terbawa oleh air tersebut. Dampak negatif yang paling kelihatan adalah rusaknya bangunan, tanaman, matinya manusia, binatang dan tumbuhan, serta terdapat pencemaran yang berupa genangan- genangan air asin yang dapat merusak ladang, sawah, tambak dan lain sebagainya.

Gelombag tsunami apabila datangnya besar akan menjadi bencana yang maha dasyat. Bukan hanya mematikan saja, namun mampu menyeret apa saja yang dilaluinya hingga berpindah ke tempat lain. Bayangkan saja jika manusia yang sudah mati, bisa terseret dari tempat asalnya sehingga banyak yang tidak diketemukan atau hilang. Untuk lebih detail mengenai dampak dari bencana tsunami, berikut ini akan dipaparkan secara lebih dalam dan juga lebih rinci. Beberapa dampak dari tsunami antara lain sebagai berikut:

  1. Banyak memakan korban

Dampak yang paling terlihat dari terjadinya tsunami adalah menimbulkan banyak korban. Yang dimaksud dengan korban disini adalah korban yang meninggal dunia. Sapuan gelombang tsunami yang dasyat akan menimbulkan hantaman yang akan mengakibatkan banyak manusia mengalami kesakitan, terseret, terbentur hingga mati. Sebagai contoh bencana gelombang tsunami yang terjadi di Aceh yang telah mengakibatkan banyak korban meninggal hingga ribuan orang. Oleh karena banyaknya korban yang mati, bencana ini termasuk sebagai bencana yang paling dasyat sepanjang sejarah.

  1. Membuat binatang- binatang mati

Ketika terjadi bencana tsunami, tidak hanya manusia saja yang akan mati, namun makhluk hidup lainnya seperti binatang. Keberadaan binatang tidak akan luput dari hempasan gelombang lautan sehingga banyak binatang- binatang yang akan mati. Binatang- binatang ini bisa saja berada di sekitar lingkungan manusia, biasa saja di hutan (baca: hutan hujan tropis), bisa di peternakan dan lain sebagainya. Karena tsunami ini adalah gelombang yang berarti berbentuk air, maka jenis binatang yang banyak mati pastinya adalah binatang- binatang darat, terutama yang tidak bisa berenang.

  1. Merusak tanaman

Tidak hanya manusia dan juga binatang, tsunami juga akan menghancurkan keberadaan tanaman. Tanaman- tanaman yang hidup di daratan akan rusak dan juga mati ketika diterjang oleh ombak yang tanpa ampun. Akibatnya banyak tanaman mati dan tanah akan terlihat gundul. Jenis tanaman yang mudah mati, terutama tanaman yang tidak memiliki akar yang kuat untuk menopang batang dan juga buahnya, sehingga akan mudah mati serta terbawa oleh arus. Batang- batang dari pohon yang tumbang dan kemudian hanyut inilah salah satu yang menyebabkan banyak korban. Batang yang hanyut ini kemudian akan menerjang apa saja sehingga akan merusak bangunan yang masih berdiri dan akan melukai manusia- manusia yang hanyut, akibat banyak benturan maka manusia banyak yang meninggal dunia karena kehilangan banyak darah, dan sebagainya.

  1. Merusak bangunan

Gelombang tsunami juga menyebabkan kerusakan pada bangunan. Hantaman gelombang yang sangat keras mengakibatkan bangunan menjadi rusak. Tidak hanya bangunan saja namun juga beberapa fasilitas umum akan rusak karena hantaman gelombang tsunami. Beberapa jenis bangunan yang bisa rusak karena tsunami selain rumah, ada tempat ibadah, sekolah, sarana umum dan lain sebagainya. Akibat banyak jenis bangunan terutama fasilitas umum yang rusak maka manusia akan sangat direpotkan untuk melakukan aktivitasnya sehari- hari. Dengan demikian para korban menempati posko pengungsian secara bersama- sama agar mendapatkan pelayanan umum yang memadai, seperti pembagian logistik dan juga fasilitas kesehatan yang telah didirikan.

  1. Pencemaran lingkungan

Bencana tsunami juga menyebabkan buntut berupa pencemaran lingkungan. Hampir semua bencana alam pasti menyebabkan pencemaran lingkungan, tak terkecuali gelombang tsunami ini. gelombang tsunami juga menyebabkan pencemaran lingkungan karena gelombang tersebut memporak porandakan apa saja yang ada di daratan, membuat basah semua yang ada di daratan dengan air laut. Apabila setelah banjir datang kita akan menyaksikan lingkungan yang becek, nah begitu pula ketika tsunami datang akan menimbulkan banyak tempat yang becek. Selain tempat yang becek, genangan- genangan air asin juga akan memberikan kesan jorok pada lingkungan (baca: fungsi lingkungan). Belum lagi sampah yang berserakan dimana- mana semakin memperkeruh suasana, terlebih pemandangan yang disaksikan oleh kita semua.

  1. Merusak lahan pertanian

Akibat yang ditimbulkan oleh bencana alam tsunnami salah satunya adalah merusak lahan pertanian. Bagaimana tidak, apabila lahan pertanian yang semula subur kemudian diterjang dengan ombak besar maka lahan tersebut akan rusak. Beserta dengan tanaman- tanamannya. Apabila lahan pertanian rusak maka yang akan terjadi adalah tidak ada makanan yang bisa dihasilkan dari tanah pertanian tersebut, akibatnya akan banyak kekurangan pasokan bahan makanan disekitar tempat tinggal masyarakat. Dengan demikian banyak yang akan kesusahan mendapatkan bahan makanan, maka dari itulah korban bencana alam jenis apapun sebaiknya diberikan bantuan salah satunya bentuk makanan, mengingat lahan pertanian yang mudah rusak apabila terkena bencana alam.

  1. Merusak tambak

Tidak hanya lahan pertanian saja yang bisa rusak, namun tambak juga bisa rusak apabila terkena bencana tsunami. Bagimana tidak? Air laut yang banyak akan menenggelampakn tambak, akibatnya ikan yang berada di dalam tambak akan terbawa air laut dab tambak- tamabk akan tergantikan dengan air asin atau air yang bercampur antara air asin dengan air tawar yang ada di dalam tambak tersebut. Dengan rusaknya tambak, maka stok ikan air tawar akan habisa dan masyarakat tidak akan mendapatkan ikan air tawar untuk keperluan konsumsi maupun yang lainnya.

  1. Menimbulkan banyak penyakit

Dampak tidak langsung dari terjadinya bencana alam adalah timbulnya wabah atau bibit penyakit. Biasanya beraneka ragam penyekit akan menyerang masyarakat pada saat mereka berada di pengungsian. Tempan pengungsian digunakan oleh banyak orang. Selain minimnya sarana dan prasarana, kehidupan orang banyak dalam satu tempat ini menimbulkan banyak masalah, seperri masalah kebersihan. Apabila lingkungan kotor maka yang akan terjadi adalah banyak bibit penyakit yang akan timbul. Hal inilah mengapa seringkali kita jumpai banyak masyarakat yang terkena penyakit ketika mereka di pengungsian.

  1. Menimbulkan trauma

Dampak yang sangat berarti namun tidak terlalu kelihatan adalah dampak psikologis. Salah satunya adalah timbulnya trauma di kalangan korban bencana alam. Demikian pula dengan bencana tsunami. Bencana alam tsunami akan mudah sekali menimbulkan trauma, bahkan trauma yang berkepanjangan. Karena sangat shock melihat ombak besar yang datangnya sangat cepat, apalagi telah membahayakan nyawa dan membuat semuanya menjadi rusak. Hal ini pula yang terjadi ketika bencana alam tsunami di Aceh terjadi. Kala itu banyak sekali orang trauma terhadap laut, terlebih pada air, terutama anak- anak. Hal ini butuh upaya- upaya untuk menghilangkan rasa trauma itu secara perlahan- lahan.

Sumber : ilmugeografi.com

terimakasih

proses terjadinya gempa bumi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here